Minggu, 28 September 2014

PERBANDINGAN AGAMA DI DUNIA BARAT

PERBANDINGAN AGAMA DI DUNIA BARAT*

Melihat perkembangan perbandingan agama dalam pembahasan sebelumnya, tidak heran bila ilmu ini mendapat tempat di dunia barat. Perkembangan ilmu perbandingan agama di dunia Barat mendapat sumbangan yang sangat besar dengan munculnya buku-buku yang ditulis oleh para tokoh Kristen apologis. Pada dasarnya buku ini bertujuan menampakan superioritas kebenaran agama-agama non-Kristen. Kecenderungan untuk menulis buku ini, memang muncul sejak timbulnya agama-agama di dunia Grico-Roman, dan para ahli piker terpakssa menilai agama mereka masing-masing dalam hubunganya dengan agama lain. Padahal dalam kerangka ilmu teoritis ini, penilaian terhadap suatu agama, benar atau salahnya suatu agama merupakan hal yang tabu, kecuali dalam pembahasannya menggunakan kerangka berfikir teologis.
            Di antara penulis Kristen apologis itu adalah Clement Alexandria ( kira-kira 150-215 ). Diamenyatakan bahwa apa yang disembah oleh para penganut agama paganism sebetulnya manusia biasa yang pernah hidup sebagaimana para penyembahnya. Arnobius me nyatakan bahwa dewa-dewa itu asalnya manusia (Mircea Eliade, 1959 : 224). Penulis lainya, yaitu Agustine (354 – 403) dalam bukunya The City of God menyatakan bahwa agama kafir merupakan perbuatan setan (A.Mukti Ali, 1969:12). Dan pada masa reformasi dan renaisans Ersamus (1469 – 1536), ia menulis tentang elemen-elemen agama kafir yang terdapat pada peribadatan agama Romawi Katolik dan ajaran-ajaranya.
            Pada masa Revolusi Perancis, Robespirre pun mengungkapkan The Cult of Divine Reason (pemujaan terhadap akal tuhan) (Raffaele Pettazzoni, 1959:60). Sejalan dengan semangat rasionalisme, masalah teori evolusi tentang asal-usul agama menolak adanya revelation  (wahyu). Buku David Hume, Natural History of Religion (1757), dan Voltair, Essay (1780) merupakan contoh yang menonjol dalam teori evolusi.
            Perkembangan selanjutnya ditandai dengan penyelidikan historis tentang agama. William Jones tentang Sanskrit; Champollion tentang Mesir Kuno; dan Ernest Renan (1822-1892) yang pertama-tama menciptakan istilah Comperative Study of Religion. Penyelidikan historis ini telah pula dilakukan  oleh E.B Tylor tentang asal-usul agama primitive secara evolusioner (Joachim Wach, 1984 : 65)
            Namun, ilmu baru Comperative Study of Religion, yang dicetusakan oleh Ernest Renan itu, mendapat sambutan yang angat baik. Di berbagai universitas di Barat dibuka kuliah-kuliah baru untuk ilmu ini. Max Muller dianggap sebagai bapak ilmu perbandingan agama (A. Mukti Ali, 1969 : 14)
            Mircea Eliade (1959:216-232), secara runtut mengungkapkan perkembangan studi agama-agama di Barat. Karena sejak awal perkembanganya, sebutan ilmu perbandigan agama belum popular dan banyak bermunculan istilah-istilah sejenis, muncullah istilah ilmu agama-agama atau ilmu sejarah agama-agama yang menjadi lebih popular pada sat itu. Menurut Eliade,universitas yang pertama kali membuka jurusan sejarah agama tereltak di Geneve pada tahun 1873 yang diikuti oleh Belanda pada tahun 1876.
            Pada tahun 1879, jurusan ini ditetapkan sebagai bagian dari College de France, dan pada tahun 1885 dilembagakan pada Ecole des Hautes Etudes di Sorbone sebagai bagian dari ilmu pengetahuan keagamaan. Pada tahun 1884, Free University of Brussels membuka pula jurusan agama-agama. Pada tahun 1910,  hal ini diikuti pula oleh jerman, yang pertama di Berlin, kemudian di Leifzig, dan Bonn. Demikian pula Negara-negara Eropa mengkuti trend ini.
            Sekalipun ilmu agama-agama sebagai suatu disiplin yang madiri yang baru muncul pada abad ke-19, minta terhadap sejarah agama-agama yng menyelidiki masa lalu tus berlanjut. Adanya minta ini dapat kita buktikan melalui dua cara,
1.      Melalui sejumlah pelncong yang didalamnya menggambarkan pemujaan suku asing dan membandingkan dengan praktek-praktek keagamaan Yunani.
2.      Melalui kritik filosofis tentang agama tradisional.

Tulisan di kutip dari buku :

Adeng Muchtar Ghazali, Ilmu Perbandingan Agama, Pustaka Setia, Bandung, 2000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar