Selasa, 03 Desember 2013

SOSIOLOGI MENURUT BERBAGAI TOKOH


Ø  Pitrim Sorokin membatasi sosiologi sebagai suatu  ilmu yang memepelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social seperti  antara gejala ekonomi dan agama,keluarga dan moral,hokum dan ekonomi,gerakan masyarakat dan politik dan sebagainya; hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala social gejala non social seperti gejala geografis,biologis dan sebagainya; dan ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala social.
Ø  Roucek dan Warren mengemukakan bahwa soiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dan kelompok.
Ø  William F.Ogburn dan Meyer  F Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya,yaitu organisasi social.
Ø  J.A.A van Doorn dan C.J.Lammers ia mengemukakan bahwa sosiologi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur2  dan proses2  kemasyarakat an yang stabil.
Ø  Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemantri  membatasi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur social(yaitu keseluruhan jalinan antara unsur2 sosial yang pokok seperti kaidah2 sosial,lembaga2 sosial,kelompok2 sosial dan lapisan social).dan proses2 sosial (yang berupa pengaruh timbal ballik pelbagai kehidupan bersama seperti kehidupan ekonomi dan kehidupan politik,kehidupan hokum dan kehidupan agama dsb.)termasuk didalamnya adalah perubahan2 sosial.
Ø  Max Weber yang lebih berorientasi pada behavioralis (pendekatan tingkah laku) menekankan sosiologi sebagai ilmu yang berupaya memahami tindakan2  sosial.
Ø  Paul B. Horton berpendapat  bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Ø  Soerjono Soekamto mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada segi kemasyrakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendaparkan pola2 umum kehidupan masyarakat.
Ø  William Kornblum mendefinisikan sosiologi sebagai upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku social anggotanyadan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
Ø  Allan Johnson mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari  kehidupan perilaku terutama dalm kaitannya suatu system social dan bagaimana system tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya memngaruhi system itu.
Ø  Mayor Polak mendefinisikan sosiologi sevagai IP yang mempelajari masyarakatsebagai keseluruhan yakni hubungan antar manusia dan kelompok,kelompok dan kelompok,baik kelompok  formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupuin kelompok dinamis.

arap m d H�� ah sebagai berikut:
1.Hubungan antar manusia didasarkan atas kepentingan pribadi
2.Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dan suasana saling mempengaruhi
3.Kepercayaan pada manfaat IPTEK sebagai sarana untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4.Masyarakat tergolong pada macam-macam profesi serta keahlian masing-masing
5.Tingkat pendidikan formal yang tinggi dan merata
6.Hukum tertulis sangat kompleks
7.Hampir seluruh ekonomi adalah ekomomi pasar
Dampak Stratifikasi Sosial pada Kehidupan Masyarakat
Ø  Stratifikasi sosial dalam masyarakat digambarkan mengerucut atau seperti piramida, hal ini disebabkan semakin tinggi kelas sosial, semakin sedikit pula jumlah yang menempatinya.
Ø  Adapun dampak stratifikasi sosial terhadap kehidupan masyarakat adalah:
1.Orang yang menduduki kelas sosial yang berbeda akan memiliki kekuasaan, kekayaan, dan prestise yang bebeda pula, dalam artian akan menciptakan sebuah perbedaan status sosial.
2.Kemungkinan timbulnya proses sosial yang disasosiatif berupa persaingan, kontraversi, maupun konflik
3.Penyimpangan perilaku karena kegagalan atau ketidak mampuan mencapai posisi tertentu. Kejahatan tersebut dapat berupa alkoholisme, korupsi, kenakalan remaja dan lain sebagainya
4.Konsentrasi elite status, yaitu pemusatan kedudukan yang penting pada golongan tertentu, misalnya kolusi.
Macam-Macam / Jenis-Jenis Status Sosial
1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
            2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
            3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
. Stratifikasi Sosial Tertutup
¢  Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah, seperti sistem kasta di India dan Bali
5. Stratifikasi Sosial Terbuka
¢  Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
            Misalnya: tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, dan kerja keras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar